Digital Friendly

Polling
Dimana tempat membeli cokelat favorit Anda?

Death by Chocolate
Awfully Chocolate
Harvest Cake
Dapur Cokelat

Hasil Polling

Dimana tempat membeli cokelat favorit Anda?

Death by Chocolate

71(19 %)
Awfully Chocolate
45(12 %)
Harvest Cake
127(34 %)
Dapur Cokelat
127(34 %)


Jajanan Sehat di Kantin Sehat



 

Setidaknya 40% dari 40 juta siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah umum di negeri tercinta ini mengonsumsi makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan saat mereka berada di sekolah.

Lebih memprihatinkan lagi, sekitar 85% jajanan yang dijual tersebut berpotensi menyebabkan keracunan. Data monitoring Pusat Jajanan Anak Sekolah BPOM pada tahun 2006, menyatakan bahwa 49.43% pangan jajanan anak sekolah dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Cemaran mikroba dan penyalahagunaan bahan tambahan untuk pengawet begitu akrab dengan jajanan anak sekolah. Hal ini diperparah dengan buruknya kondisi sanitasi dan higienitas kantin-kantin sekolah. Tentunya, apabila kondisi yang carut marut ini terus dibiarkan tanpa ada upaya yang konkrit, penurunan kualitas sumber daya manusia anak usia sekolah yang merupakan asset yang sangat berharga untuk masa depan negeri ini menjadi demikian sulit terelakan. Untungnya, pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional telah melalukan sebuah program yang sangat strategis. Dana sebesar 10 milyarpun dikucurkan untuk membangun 288 buah kantin sehat sekolah (KSS) yang tersebar di 33 provinsi.

Pangan jajanan kerap menjadi makanan yang lebih disukai daripada makanan yang disediakan di rumah, terlebih bagi anak sekolah. Pangan yang mereka konsumsi umumnya miskin akan buah dan sayur. Cemilan yang mengandung penyedap rasa dan tingggi garam, minuman bersoda atau berkarbonat serta makanan cepat saji (fast food) yang tinggi kandungan lemak, protein, serta rendah serat menjadi menu utama yang disajikan di kantin sekolah.

Pangan jajanan kerap menjadi makanan yang lebih disukai daripada makanan yang disediakan di rumah, terlebih bagi anak sekolah. Pangan yang mereka konsumsi umumnya miskin akan buah dan sayur. Cemilan yang mengandung penyedap rasa dan tingggi garam, minuman bersoda atau berkarbonat serta makanan cepat saji (fast food) yang tinggi kandungan lemak, protein, serta rendah serat menjadi menu utama yang disajikan di kantin sekolah.

Makanan jajanan haruslah sehat, aman dan bergizi yaitu mengandung zat-zat yang diperlukan seorang anak untuk dapat hidup sehat dan produktif. Makanan tersebut tentunya harus bersih, tidak kadaluarsa, dan tidak mengandung bahan kimia maupun mikroba berbahaya bagi kesehatan. Idealnya makanan jajanan tersebut berasal dari pangan yang beragam dan bergizi seimbang. Pangan yang beragam dan bergizi seimbang disarankan dikonsumsi karena tidak ada satu jenis pun makanan yang mengandung semua zat gizi secara lengkap. Apabila terjadi kekurangan disalah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan maka akan dilengkapi dari makanan yang lain. Pangan yang beragam dan bergizi seimbang dalam hidangan sehari-hari minimal harus terdiri dari satu jenis makanan sumber zat tenaga, satu jenis sumber zat pembangun dan satu jenis sumber zat pengatur sehingga terdiri dari tiga kelompok pangan (pangan pokok, lauk pauk, sayur dan buah).

Terkait dengan gizi seimbang untuk anak sekolah dan remaja, pemerintah telah mengeluarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) untuk anak sekolah dan remaja. Pesan-pesan dalam pedoman tersebut hendaknya diterapkan dalam menyusun makanan untuk anak usia sekolah agar anak sekolah tersebut mempunyai kebiasaan makan yang baik guna mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal.

Kantin sehat

Kantin atau warung sekolah merupakan salah satu tempat jajan anak sekolah selain penjaja makanan jajanan di luar sekolah. Kantin sekolah mempunyai peranan yang penting dalam mendorong pesan-pesan kesehatan dan menentukan perilaku makan siswa melalui penyediaan makanan jajanan di sekolah. Kantin sekolah dapat menyediakan makanan sebagai pengganti makan pagi dan makan siang di rumah, camilan dan minuman yang sehat, aman dan bergizi.

Untuk memenuhi peranannya di sekolah maka kantin yang ada hendaknya harus dapat mewujudkan suatu kondisi kantin yang sehat. Kantin sehat adalah kantin yang secara fisik baik bangunan,sarana dan prasarana pendukungnya sesuai dengan standar kesehatan serta dapat menyediakan makanan dan minuman yang sehat, bergizi dan aman dikonsumsi. Tentunya untuk menyediakan makanan yang aman di kantin sekolah perlu dibuat semacam guide line untuk memudahkan implementasi di lapangan.

 

Menjaga kebersihan dapat dilakukan dengan cara: mencuci tangan dengan seksama menggunakan sabun dan air bersih (Gambar 1.) (Nuraida, dkk 2009). Hal ini dilakukan sebelum memasak atau menyiapkan pangan, sebelum atau setelah menyentuh pangan, setelah menyentuh bahan mentah, setelah dari toilet dan setelah memegang benda yang kotor. Merawat kuku tetap pendek dan menjaga kuku tetap bersih, membersihkan dan mensanitasi permukaan tempat/meja dimana bahan pangan akan diletakkan dan dimasak juga merupakan bagian dari bagaimana menjaga kebersihan di kantin sehat. Berkenaan dengan hal ini tentunya peran pekerja yang langsungmenangani pangan harus benar-benar memperhatikan prosedur kerja standar.

Disamping menjaga kesebersihan, penanganan bahan baku pun tidak kalah pentingnya. Pangan mentah terutama daging, unggas dan pangan asal laut serta cairannya mengandung mikroba berbahaya yang mungkin berpindah ke pangan lain selama persiapan dan penyimpangan pangan dapat menjadi sumber pencemaran sehingga terjadi kontaminasi silang. Untuk menghindari terjadinya kontaminasi silang dapat dilakukan beberapa langkah berikut ini. (1) mencuci tangan setelah menangani pangan mentah, (2) menggunakan perlatan terpisah untuk menangani pangan mentah dan pengan matang (jika digunakan peralatan yang sama, maka peralatan yang telah digunakan untuk pangan mentah harus segera dibersihkan dan dikeringkan sebelum digunakan untuk pangan siap santap/matang), (3) menggunakan lap yang berbeda untuk mengeringkan peralatan masak dan makan, dan untuk membersihkan meja dan mengeringkan tangan, (4) menyimpan pangan dalam wadah yang terpisah (menghindari kontak antara pangan mentah dan pangan yang sedang disiapkan), serta (5) memisahkan daging, unggas, pangan asal laut mentah dari pangan lain.

Kunci ketiga untuk menghasilkan pangan yang aman yaitu memasak pangan dengan benar. Pemasakan dilakukan dengan seksama sampai seluruhnya terpapar panas karena pemasakan yang tepat dapat membunuh hampir semua mikroba berbahaya. Kunci selanjutnya yaitu menyimpan pangan pada suhu yang aman. Hal ini dapat dilakukan dengan cara: (1) menjaga semua pangan dalam keadaan tertutup untuk menghindari hinggapnya serangga (misalnya lalat yang dapat menyebarkan penyakit menular), (2) tidak menyimpan pangan matang yang dibuat dari pangan beresiko tinggi seperti daging dan ikan pada suhu ruang lebih dari dua jam karena pada kondisi ini mikroba dapat memperbanyak diri sampai pada jumlah yang menyebabkan pangan tidak aman dikonsumsi (3) menyimpan semua pangan matang dan mudah rusak pada suhu dingin (lebih baik 5oC), serta (4) menjaga makanan yang disajikan panas tetap tetap panas pada suhu lebih tinggi dari 60oC karena sebagian besar mikroba penyebab penyakit tidak dapat bertahan pada suhu tinggi.

Kunci terakhir yang tak kalah pentingnya yaitu menggunakan air dan bahan baku yang aman, dapat dilakukan dengan cara: (1) menggunakan air yang tidak berwarna dan tidak berbau (air terbebas dari mikroba dan bahan kimia yang dapat menyebabkan kesehatan), (2) memilih pangan segar dan utuh, (3) jangan menggunakan bahan pangan setelah tanggal kadaluarsanya, dan (4) mencuci sayuran dan buah-buahan sebelum disajikan atau digunakan, serta membuang bagian yang busuk atau memar. Apabila lima kunci diatas dapat diimplementasikan dengan baik dan benar, maka harapan akan terwujudnya kantin sekolah yang sehat disekitar kita menjadi demikian terbuka.
Virna Berliani Putri

| 2009-11-01





Tips Simpan Daging Beku

Tips Thawing Bahan Pangan

Tips Penanganan Starter Yoghurt

Hantaran & Hidangan Lebaran Populer Daerah

Beragam Cita Rasa Minuman Daerah

Lebih dekat dengan Pasta

Mampir ke surga olahan pasta ekonomis

Kepincut Sedapnya Masakan di Mkt Steak

All Pasta Dining at Warung Pasta

W-Miitem Si Hitam yang Memikat

Melirik sukses dapurnya Dapur Cokelat

Cokelat Kematian ala Dbc

Citarasa Cokelat Perancis di Kemang

Cimory Patisserie

Sehat dengan Gado

Perpaduan Sunda-Bali di Bukit Gumati

Kembang Desa yang Mempesona

Sensasi Timur Tengah Ala Mid East Resto

Shrimp Mixed Vegetable

Grilled Salmon Teriyaki Sauce

Roasted Shrimp

Yoghurt parfaits

Simple Oatmeal with Mixed Fruit

Resep Lebaran Fiesta 2014

SPAGHETTI CHICKEN BOLOGNESE

Ribuan Bingkisan untuk Ibu dari ABC Dapur Peduli

Ragam Olahan Kedelai Sumber Isoflavon

Membidik Pasar Horeka di Indonesia Timur

Manajemen Parador Siap kelola 99 Hotel

Festival Kuno Lan Kini dalam Peluncuran Teh SariMelati

Memulai Tahun Bersama Festival Buah Nusantara di Lotte Mart

Nikmatnya ”Kraca” untuk Berbuka

launching buku"Smart Eating: Nutritious & Delicious"

Ongol ongol

cenil

Tongkol Masak Bumbu Tomat

Laksa Serabut Ayam

Chef I Made Sutisna Juarai ‘Fonterra Pastry Challenge 2011’

Bersiap untuk Indonesia Chef of The Year 2012

FHT Bali Siap Digelar

Pengunjung Mulai Memadati Pameran FHT 2012

Hari Kedua: Chef Vindex Persembahkan Meat Ball

Berkenalan dengan Kuliner Khas Sulawesi

Jelajah Kuliner Khas Batak

Icip-icip Kuliner  Kota Pahlawan

Jelajah Kuliner Kota Tahu

Berwisata Kuliner Jogja

Sensasi Kuliner Khas Aceh

Telusuri Kuliner “Langka” dari Kota “Laka-Laka”

Semarang, Surga Kuliner bagi Wisatawan

Konsumsi Daging Merah Cegah Penyakit Kelainan Darah

Kuliner Purworejo

Eksplorasi Kuliner Bandung

Pempek

Si Manis yang Cantik dalam Popular Sweet Delight

Mengapa HACCP Penting untuk Jaminan Keamanan Pangan?

Steak Daging Premium Hadir di Tamani Kafe Grill

Picu Kreatifitas dengan Minum Teh

CHEF OF THE YEAR 2012 – BABAK SEMIFINAL PUTARAN KEDUA – BANDUNG

Fonterra Foodservices Selenggarakan Pastry Master Class

Kartika Chandra Sajikan Festival Masakan Sunda

Hasil-hasil Semi Final Chef of The Year 2012 Area Surabaya 

Inilah Chef of The Year 2012 !!

One Stop Entertainment Ala Fourties Resto Wine House KTV Kemang

Apa dan Bagaimana HACCP untuk Industri Jasa Boga

Tamara Cintai Dunia Kuliner

Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang

Bandung Menjadi Tuan Rumah Asia Tourism Forum

Mayumi, Produk Baru dari Ajinomoto

Makan Buah Dukung Hidup Sehat dan Aktif

Malam Romantis Ditemani Teh Hangat

Chef Marco Pierre White  Berbagi Ilmu dengan Pemenang Chef of the Year 2012

Menerapkan Diet Mediterania untuk Hidup Lebih Sehat

Jelajahi Kekayaan Khasanah Kuliner Nusantara di Jakarta Fashion & Food Festival 2012

Menyambut Bogor Organic Fair 2

Bagaimana Memulai Bisnis Bakery?

Royco Lahirkan Bumbu Komplit

Culinary Challenges di SAGES Institute

Pameran Bergengsi: Tea Fair,  kembali digelar di Bulan Agustus

Sajian Ala Kaisar Cina di Taste Paradise

Keamanan Pangan di Bisnis Horeca, Sistem Kontrol dan Penerapannya

Kreasi Masakan Keluarga Harus Penuhi Aspek '3J'

Festival Buah Nusantara dari Nusa Fresh

Ajang Kompetisi Bergengsi, Fonterra Pastry and Cooking Challenge 2012

Mencermati Status Kebenaran Produk Pangan Organik

Tanaman Herbal tidak Sekadar untuk Jamu

Pemenang Fonterra Pastry and Cooking Challenge 2012

Terapkan Pola Hidup Sehat dengan Biasakan Sarapan

Festival Buah Nusantara Resmi Dibuka.

Program ABC Dapur Peduli Kembali Digelar Ketiga Kalinya

Mi jagung: pilihan alternatif diversifikasi pangan

Daging dan Telur Ayam Bantu Maksimalkan Perkembangan Otak Anak

Triple Opening Ceremony Cimory Group

Es Teler 77 Pecahkan Rekor MURI

Membiasakan Konsumsi Protein Hewani Sejak Kecil

Songsong Ramadhan, Dibuka Pusat Konsultasi Kesehatan Lambung

Berkreasi dengan Buah

Varian terbaru Wall’s Dung Dung dalam Kedai Dung Dung

De Rainbow District, Kreasi Hidangan Spesial Magnum Cafe 

Memasak dan menyiapkan paket berbuka bersama ABC Dapur Peduli

Jaga Kesehatan dengan Minum air bersih

La Piazza Suguhkan Arabian Night Food Festival

Mewaspadai Pangan Kadaluarsa

Demo Masak Bersama Chef Mary Cech dan Jill Sandique

Menu Baru Hoka Hoka Bento Bersama Buavita

Wall's Perkenalkan Es Krim Magnum Gold Rasa Cokelat Vanilla

Ajinomoto Tingkatkan Kapasitas Produksi Masako®

Hong Kong Houseware Fair : Asia’s Biggest Houseware Event

Kampanye “MANGGA MANIA” bersama Nusa Fresh

Kecap Bango Songsong Hari Raya Idul Adha

Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi

Wanita Indonesia Rentan Osteoporosis

Fortifikasi Pangan di Indonesia

Merancang Generasi Masa Depan yang Cerdas 

Yuk Lebih Tahu Aneka Sosis!

Kebutuhan Sumber Protein bagi Kesehatan Tubuh

Gembira Ria Bersama Qtela Kerupuk

Premix = Basic Recipe

Pemecahan Rekor 280 Masakan Berbahan Daging Ayam

Gubernur Jokowi Dianugerahi Pejuang Pencegahan Osteoporosis

Paket Hidangan Qurban untuk Dhuafa

Yuk, Bijak Memilih Minyak Goreng !

Hindari Obesitas Sentral

Tubuh Ideal: Langsing atau Berotot?

Asian Fusion: Padu Padan Cita Rasa Asia dan Eropa

Nutricosmetic, Mewujudkan Kecantikan dari Dalam

Tren Diversifikasi Pangan Indonesia

Mengenal Aneka Jenis Roti

Serunya 9.080 anak Bikin Pizza di “Pizza Maker Juniors”

The Berries Family

Lapis Legit, Kekayaan Kuliner Bangsa Indonesia

The Park Lane Hotel Terima Sertifikasi HACCP dari Mbrio

Manfaat Lemak Bagi Tubuh

Tips Membuat Dashi ala Chef Kondo

Mari Membuat Donauwellen

Snack Praktis untuk Buah Hati

Cara Menjaga Mutu Minyak dalam Usaha Kuliner

Populerkan Kue Tradisional Indonesia

Lomba Makan Sushi Bersama Sushi Tei Indonesia

Kurangi Asupan Garam dengan Cara yang Menyenangkan

Eksplorasi Manfaat Umami

STP Bandung Susun Buku Kuliner Nusantara

Grand Baking Demo Bersama Chef Wallace

Membuat Jus Wortel Lebih Nikmat & Bergizi

Beef Steak Tempo Doeloe

SPICY CHICK KREMES

KUNG PAO FIESTA KEECHO

Membuat Bitter Ballen

Fungsionalitas Santan

Pentingnya Bread Improver

Prospek Bisnis Produk Olahan Susu

Strategi Meningkatkan Keuntungan Bisnis Restoran dan Kafe

Jaga Kesehatan dengan Asupan Makanan





 
created by kulinologi.biz 201
multi gas detector murah